Cari Blog Ini

Selasa, 07 Juli 2015

STRESS YANG ‘MENGUNTUNGKAN’ DAN ‘MERUGIKAN’


Di masa yang serba sulit seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang mengalami stress. Stress kata yang selalu kita dengar bahkan kita ucapkan. Hampir semua orang pernah mengucapkannya. Tetapi, ternyata kita dengan tanpa sengaja sering mengakses rasa stress itu sendiri dan akhirnya kita benar-benar stress. Sekarang apa kita sudah tahu mengetahui maksud yang sebenarnya dari stress itu? Bagaimana proses dari stress itu terjadi? Apa faktor pencetusnya? Dan bagaimana tanda-tanda orang yang sedang mengalami stress ?

stress merupakan reaksi pikiran (jiwa) dan tubuh (raga) terhadap situasi yang nyata atau dibayangkan. Saat stress, terjadi reaksi psikologis dan biologis yang mengikutsertakan otot, sistem gastrointestinal, otak, sistem kardiovaskular, kulit, dan sistem kekebalan tubuh. Apabila kita terus menerus menerima reaksi tersebut secara negatif, maka organ-organ tubuh kita akan rusak secara fisik atau mental. Ketika seseorang sudah befikir dan membayangkan bahwa yang akan terjadi nanti akan membuat stress maka hal itu akan terjadi sebenarnya. Mungkin Be positif thinking itu salah satu kuncinya. Stress juga merupakan pilihan bukan keharusan. Memilih untuk marah, kecewa, benci, dengki, frustasi, dendam, pesimis, atau menyesal atas segala peristwa yang hadir kepada kita merupakan cara yang bisa mengundang masalah atau stress. Sebaliknya memilh untuk sabar, optimis,  ceria, teguh, ramah, tersenyum dan bersyukur merupakan cara untuk tidak mengundang masalah atau stress. Situasi-situasi tersebut disebut juga stressor.



Kebanyakan orang menganggap stressor sebagai masalah. Sebab mereka tidak siap menghadapi perubahan baruyang terjadi dalam hidup mereka. banyak sekali contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, seseorang yang sudah biasa hidup dengan jabatan, tiba-tiba karena usia atau sebab lain dia harus pensiun, maka terjadilah power syndrome. Kecemasan, kekhawatiran, ataupun ketakutan yang berlebihan mengakibatkan mereka semakin  stress. Jika sedang mendapatkan stressor, tubuh kita akan langsung meresponnya. Respon ini dimulai dengan sebuah reaksi mental yang melibatkan keyakinan dan pikiran tentang diri sendiri dan kehidupan. Kuncinya terletak pada keyakinan dan pikiran  kita yang menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi.
Tidak semua stress berakibat buruk bagi kita. Menurut Dr. Hans Selye, stress dapat dibedakan menjadi dua yakni stress yang menguntungkan dan stress yang merugikan. Stress yang menguntungkan disebut juga eustress. Jenis stress yang menguntungkan berarti jenis stress yang memberikan rasa keberhasilan, kepuasan, kebermaknaan, keseimbangan, dan kesehatan kepada kita. Eustress ini membantu kitauntuk hidup lebih lama dan bahagia. Eustress bisa terwujud jika kita mampu merancang, mengubah, mengelolanya, dan mengemasnya  menjadi sesuatu yang lebih baik. Optimise, positif thinking, rasa dami dan tenteram merupakan cara mengelola yang baik masalah menjadi sebuah stress yang menguntungkan.

Sedangkan stress yang merugikan berarti jenis stress yang merusak dan dapat menyebabkan seseorang merasa tidak berdaya, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan psikologis maupun fisik. Jenis stress ini di sebut distress. Stress yang menguntungkan atau merugikan bukan terletak pada stressor atau intensitasnya semata, tetapi juga bergantung pada reaksi pikiran dan tubuh kita terhadap situasi atau kondisi tertentu. Kita harus mampu mengendalikan stressor agar bisa merancang, mengubah dan mengelolanya. Bagaimana cara mengendalikannya ? yaitu dengan memunculkan keyakinan pada diri (jiwa) kita. Bahwa setiap masalah merupkan ujian yang allah berikan untuk menaikkan derajat keimanan kita.kita harus yakin bahwa selalu ada kemudahan setelah kesulitan.bagaimana kita menyikapi dari semua masalah yang datang. Yang terpenting kita tidak boleh lari dari atau menghindari masalah. Selalu kita ingat, seseorang diberikan ujian sesuai kadar keimanannya. Bila imannya kuat maka akan ditambah cobaannya. Kalau dia lemah, maka diringankan cobaannya. Seperti saat ini, menjelang hari raya idul fitri, banyak diantara teman atau saudara kita yang mungkin menciptakan distress. Karena ketidakmampuannya menyikapi makan idul fitri. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka ingin selalu bisa merayakannya dengan penuh kemewahan. Padahal, kalau kita bisa menyikapinya makna dari idul fitri adalah kemenangan bukan sekedar perayaan yang penuh kemewahan, maka akan menjadi suatu stress yang menguntungkan.


Orang yang sukses adalah orang yang bisa melihat peluang setiap masalah yang dihadapinya. Ia selalu bisa mengambil hikmah atau pelajaran yang terdapat di dalam setiap masalah. Ia akan mengambil hikmah tersebut sebagai koreksi diri gar lahir menajdi pribadi yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu, suatu masalah jangan sampai menjadi penghalang bagi keberhsilan kita. Walaupun keterbatasan, kekurangan, dan kelemahan selalu menjadi teman dalam langkah kita, tetapi kita harus ingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Segala keterbatasan, kekurangan dan kelemahan boleh memenjarakan tubuh atau fisik kita, tapi tidak fikiran kita. Ubahlah pikiran negatif menjadi sesuatu yang positif. Agar kita tetap bisa berkembang dan berkreasi.  

2 komentar:

Silahkan Komentar