Di
masa yang serba sulit seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang mengalami
stress. Stress kata yang selalu kita dengar bahkan kita ucapkan. Hampir semua
orang pernah mengucapkannya. Tetapi, ternyata kita dengan tanpa sengaja sering
mengakses rasa stress itu sendiri dan akhirnya kita benar-benar stress. Sekarang
apa kita sudah tahu mengetahui maksud yang sebenarnya dari stress itu? Bagaimana
proses dari stress itu terjadi? Apa faktor pencetusnya? Dan bagaimana
tanda-tanda orang yang sedang mengalami stress ?
stress
merupakan reaksi pikiran (jiwa) dan tubuh (raga) terhadap situasi yang nyata
atau dibayangkan. Saat stress, terjadi reaksi psikologis dan biologis yang
mengikutsertakan otot, sistem gastrointestinal, otak, sistem kardiovaskular,
kulit, dan sistem kekebalan tubuh. Apabila kita terus menerus menerima reaksi
tersebut secara negatif, maka organ-organ tubuh kita akan rusak secara fisik
atau mental. Ketika seseorang sudah befikir dan membayangkan bahwa yang akan
terjadi nanti akan membuat stress maka hal itu akan terjadi sebenarnya. Mungkin
Be positif thinking itu salah satu
kuncinya. Stress juga merupakan pilihan bukan keharusan. Memilih untuk marah,
kecewa, benci, dengki, frustasi, dendam, pesimis, atau menyesal atas segala
peristwa yang hadir kepada kita merupakan cara yang bisa mengundang masalah
atau stress. Sebaliknya memilh untuk sabar, optimis, ceria, teguh, ramah, tersenyum dan bersyukur
merupakan cara untuk tidak mengundang masalah atau stress. Situasi-situasi
tersebut disebut juga stressor.
Kebanyakan
orang menganggap stressor sebagai masalah. Sebab mereka tidak siap menghadapi
perubahan baruyang terjadi dalam hidup mereka. banyak sekali contoh dalam
kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, seseorang yang sudah biasa hidup dengan
jabatan, tiba-tiba karena usia atau sebab lain dia harus pensiun, maka
terjadilah power syndrome. Kecemasan, kekhawatiran, ataupun ketakutan yang
berlebihan mengakibatkan mereka semakin
stress. Jika sedang mendapatkan stressor, tubuh kita akan langsung
meresponnya. Respon ini dimulai dengan sebuah reaksi mental yang melibatkan
keyakinan dan pikiran tentang diri sendiri dan kehidupan. Kuncinya terletak
pada keyakinan dan pikiran kita yang
menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi.
Tidak
semua stress berakibat buruk bagi kita. Menurut Dr. Hans Selye, stress dapat
dibedakan menjadi dua yakni stress yang menguntungkan dan stress yang
merugikan. Stress yang menguntungkan disebut juga eustress. Jenis stress yang
menguntungkan berarti jenis stress yang memberikan rasa keberhasilan, kepuasan,
kebermaknaan, keseimbangan, dan kesehatan kepada kita. Eustress ini membantu
kitauntuk hidup lebih lama dan bahagia. Eustress bisa terwujud jika kita mampu
merancang, mengubah, mengelolanya, dan mengemasnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Optimise,
positif thinking, rasa dami dan tenteram merupakan cara mengelola yang baik
masalah menjadi sebuah stress yang menguntungkan.
Sedangkan
stress yang merugikan berarti jenis stress yang merusak dan dapat menyebabkan
seseorang merasa tidak berdaya, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan
kerusakan psikologis maupun fisik. Jenis stress ini di sebut distress. Stress yang
menguntungkan atau merugikan bukan terletak pada stressor atau intensitasnya semata,
tetapi juga bergantung pada reaksi pikiran dan tubuh kita terhadap situasi atau
kondisi tertentu. Kita harus mampu mengendalikan stressor agar bisa merancang,
mengubah dan mengelolanya. Bagaimana cara mengendalikannya ? yaitu dengan memunculkan
keyakinan pada diri (jiwa) kita. Bahwa setiap masalah merupkan ujian yang allah
berikan untuk menaikkan derajat keimanan kita.kita harus yakin bahwa selalu ada
kemudahan setelah kesulitan.bagaimana kita menyikapi dari semua masalah yang
datang. Yang terpenting kita tidak boleh lari dari atau menghindari masalah. Selalu
kita ingat, seseorang diberikan ujian sesuai kadar keimanannya. Bila imannya
kuat maka akan ditambah cobaannya. Kalau dia lemah, maka diringankan cobaannya.
Seperti saat ini, menjelang hari raya idul fitri, banyak diantara teman atau
saudara kita yang mungkin menciptakan distress. Karena ketidakmampuannya
menyikapi makan idul fitri. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka ingin
selalu bisa merayakannya dengan penuh kemewahan. Padahal, kalau kita bisa menyikapinya
makna dari idul fitri adalah kemenangan bukan sekedar perayaan yang penuh
kemewahan, maka akan menjadi suatu stress yang menguntungkan.
Orang
yang sukses adalah orang yang bisa melihat peluang setiap masalah yang
dihadapinya. Ia selalu bisa mengambil hikmah atau pelajaran yang terdapat di
dalam setiap masalah. Ia akan mengambil hikmah tersebut sebagai koreksi diri
gar lahir menajdi pribadi yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu, suatu masalah
jangan sampai menjadi penghalang bagi keberhsilan kita. Walaupun keterbatasan,
kekurangan, dan kelemahan selalu menjadi teman dalam langkah kita, tetapi kita
harus ingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Segala keterbatasan,
kekurangan dan kelemahan boleh memenjarakan tubuh atau fisik kita, tapi tidak
fikiran kita. Ubahlah pikiran negatif menjadi sesuatu yang positif. Agar kita
tetap bisa berkembang dan berkreasi.

Bagus sangat bermanfaat
BalasHapusMasih banyak kekuranga bang
Hapus