| Ajarkan puasa sejak dini |
Sebait lirik
lagu miliknya Bimbo kiranya tepat untuk mengingatkan kepada orang tua. Apa yang
diajarkan di keluarga merupakan cerminan dimasa datang.
“ada anak bertanya pada bapaknya
buat apa berlapar-lapar puasa
ada anak bertanya pada bapaknya
tadarus tarawih apalah gunanya…..”
Anak
adalah generasi penerus bangsa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan oleh
setiap manusia, baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun
pemerintah. Masa kanak-kanak adalah masa emas yang tidak dapat terulang
kembali, masa sensitif dan berkembangnya seluruh aspek perkembangan anak, yang
nantinya akan menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya.
Batasan anak
usia dini menurut UU Sisdiknas No.20/2003 pasal 28 ayat 1 adalah 0-6 tahun.
Dimana dapat dibedakan menurut kelompok umur sebagai berikut : infant (0-1 tahun), toddler (2-3
tahun), Preschool (3-6 tahun), Early Primary School (6-8 tahun). perkembangan
otak anak sangat pesat dibandingkan usia setelahnya yang biasa disebut golden age (usia emas).
Selama 1000 hari pertama kehidupan anak dimulai sejak dalam
kandungan pertumbuhan dan perkembangan otak manusia sudah dimulai terbentuk.
Usia dua tahun 80 persen, usia selebihnya hanya membutuhkan 20 persen untuk
mencapai berat optimal
Perkembangan
motorik, sensorik dan psikologis anak sangat didukung oleh pola asuh orang tua
di rumah, disekolah dan lingkungan sekitar. Mereka sangat mudah mengadopsi
dengan melihat mendengar dan mempelajari
atau Istilah lain see, hear and
learn setiap harinya. Dengan mudah anak mencerna apa yang mereka dapatkan
untuk ditiru, dipraktekan, dimainkan dalam kebiasaan mereka. Sebagai role model orang tua haruslah sangat
berhati-hati dalam memberikan contoh. Tanpa kita sadari sekecil apapun yang
kita lakukan sehari-hari ditiru oleh mereka. Salah satu dari tindakan yang bisa
dilakukan sebagai contoh positif adalah puasa.
Ramadhan
adalah momentum terbaik untuk pendidikan keluarga, khususnya pendidikan anak.
Nuansa kebersamaan suami, istri, dan anak dalam Ramadhan sungguh sangat terasa,
sehingga momentum penuh berkah ini dapat dimaknai sebagai sebuah pendidikan
mental, spiritual, dan sosial. Latihan berpuasa bagi anak selain untuk
menunmbuhkan kesadaran spirit keberagamaan juga akan menambah nilai positif,
relegius dan tanggung jawab untuk masa depannya. Al Quran juga mengajarkan agar kita berpuasa
![]() |
| Al Baqarah: 183 |
Artinya“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs.
Al-Baqarah: 183)
Pertanyaannya
sekarang, mulai kapan anak diajarkan untuk ikut berpuasa ?. Anak dapat dilatih
berpuasa sejak dini. Pada umumnya anak siap dilatih berpuasa pada usia 3-6
tahun, ada juga yang mengatakan 6-7 tahun. Sebagian ahli pendidikan Islam
berpendapat, sebaiknya puasa anak dimulai pada usia 7 tahun, sebagaimana
Rasulullah SAW menganjurkan orang tua agar memerintahkan anaknya melaksanakan
shalat pada usia tujuh tahun dan jika pada usia 10 tahun belum terbiasa shalat
agar diberikan sanksi yang lebih tegas lagi, misalnya, pukulan ringan dengan
niat mendidik bukan emosi ( HR. Abu Dawud).
Tidak
ada aturan baku kapan anak mulai dilatih berpuasa. Tetapi kita bisa melihat
masa-masa emas usia anak, sehingga anak akan mudah menerima kebiasaan yang
sudah dilakukan. Anak-anak adalah masa yang penuh dengan aktifitas motorik yang
sangat menguras energi. Jangan sampai kita terlalu memaksa anak untuk berpuasa
padahal hal tersebut dapat membahayakan kesehatan fisiknya.
Tidak mudah bisa
mengajak anak untuk ikut berpuasa. Banyak kendala yang nantinya kita hadapi.
Karena usia anak yang masih kecil, keadaan lapar, dahaga serta emosi yang belum
terbiasa akan mereka hadapi nantinya. Langkah-langkah yang bisa orang tua
lakukan adalah memberikan pengertian kepada anak, melatihnya, dan memotivasi
agar mereka mau puasa.
Ramadhan
awal yang tepat
Ramadhan ini
dapat dijadikan momentum untuk pembentukan karakter relegius, spirit dan
tanggung jawab. Sebagai orang tua kita dapat menggunakan beberapa cara untuk
melatih anak berpuasa sejak usia dini.
Pertama
yang harus orang tua lakukan adalah memberikan pengertian puasa. Apa sih puasa
itu dan kenapa kita harus berpuasa ? kita sampaikan alasan atau sebab mengapa mereka harus berpuasa,
makna puasa, kapan waktu untuk melaksanakan puasa, dan apa saja boleh dan tidak boleh dilakukan ketika
berpuasa dengan intonasi sederhana. Dengan pendekatan penuh kesabaran insya Allah
anak akan mengerti apa yang kita sampaikan. Anak diminta mengulang dari apa
yang kita sampaikan sesuai bahasa dan pemahamannya meskipun sesederhana. Hal
ini untuk mengetahui sampai mana pemahaman anak dengan yang kita sampaikan dan
bagaimana ekspresi serta antusiasme yang anak tunjukkan.
Kedua mengajak anak kita untuk sahur
dan buka puasa bersama. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melatih
anak berpuasa. Pada bulan Ramadhan, anak tidak akan merasa terlalu terbebani
karena banyak orang yang ikut berpuasa bersamanya. .Latihan puasa harus
diberikan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan fisik anak. Mula-mula, anak
dilatih puasa hingga tengah hari, jika sudah siap barulah di anjutkan untuk
puasa satu hari. Sebagai orang tua, kita harus meyakini bahwa melatih anak
berpuasa sejak dini merupakan salah satu strategi pendidikan mental spiritual
yang efektif bagi masa depan anak dan bangsa. Melatih anak berpuasa bukan
sesuatu yang mudah namun juga tidak perlu dianggap beban yang berat.
Ketiga memberikan motivasi anak agar
mau melaksanakan puasa., anak akan merasa ada perhatian khusus, sehingga anak
akan terpacu untuk berpuasa, serta berikan reward jika anak mampu puasa satu
bulan penuh. Jika anak tidak mampu berpuasa sebulan penuh, berikan kepada
mereka hadiah penghibur yang nilainya di bawah hadiah jika berpuasa satu bulan
penuh. Hal tersebut akan membuat anak senang dan terpacu untuk mencoba berpuasa
penuh di ramadhan berikutnyaBerikan hadiah itu disaat menjelang lebaran tiba.
Tetapi hal
ini jangan dijadikan kebiasaan. Karena dikhawatirkan anak hanya mau puasa jika
diberi hadiah saja. Orang tua tetap harus memberikan pengertian bahwa puasa
adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. melatih puasa sejak dini
sebagai tujuan mendidik buah hati kita supaya buah hati kita mulai
mengaplikasikan ajaran – ajaran agama dengan bimbingan kita sebagai orang tua. Marhaban
yaa ramadhan. !
Salam
Umi Malikha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar