Cari Blog Ini

Kamis, 18 Juni 2015

CARA MENGAJARKAN PUASA, ANAK USIA DINI

Ajarkan puasa sejak dini

Sebait lirik lagu miliknya Bimbo kiranya tepat untuk mengingatkan kepada orang tua. Apa yang diajarkan di keluarga merupakan cerminan dimasa datang.
“ada anak bertanya pada bapaknya
buat apa berlapar-lapar puasa
ada anak bertanya pada bapaknya
tadarus tarawih apalah gunanya…..”
Anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan oleh setiap manusia, baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Masa kanak-kanak adalah masa emas yang tidak dapat terulang kembali, masa sensitif dan berkembangnya seluruh aspek perkembangan anak, yang nantinya akan menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya.
Batasan anak usia dini menurut UU Sisdiknas No.20/2003 pasal 28 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Dimana dapat dibedakan menurut kelompok umur sebagai berikut : infant (0-1 tahun), toddler (2-3 tahun), Preschool (3-6 tahun), Early Primary School (6-8 tahun). perkembangan otak anak sangat pesat dibandingkan usia setelahnya yang biasa disebut golden age (usia emas).
Selama 1000 hari pertama kehidupan anak dimulai sejak dalam kandungan pertumbuhan dan perkembangan otak manusia sudah dimulai terbentuk. Usia dua tahun 80 persen, usia selebihnya hanya membutuhkan 20 persen untuk mencapai berat optimal
Perkembangan motorik, sensorik dan psikologis anak sangat didukung oleh pola asuh orang tua di rumah, disekolah dan lingkungan sekitar. Mereka sangat mudah mengadopsi dengan melihat mendengar dan mempelajari  atau Istilah lain see, hear and learn setiap harinya. Dengan mudah anak mencerna apa yang mereka dapatkan untuk ditiru, dipraktekan, dimainkan dalam kebiasaan mereka. Sebagai role model orang tua haruslah sangat berhati-hati dalam memberikan contoh. Tanpa kita sadari sekecil apapun yang kita lakukan sehari-hari ditiru oleh mereka. Salah satu dari tindakan yang bisa dilakukan sebagai contoh positif adalah puasa.
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk pendidikan keluarga, khususnya pendidikan anak. Nuansa kebersamaan suami, istri, dan anak dalam Ramadhan sungguh sangat terasa, sehingga momentum penuh berkah ini dapat dimaknai sebagai sebuah pendidikan mental, spiritual, dan sosial. Latihan berpuasa bagi anak selain untuk menunmbuhkan kesadaran spirit keberagamaan juga akan menambah nilai positif, relegius dan tanggung jawab untuk masa depannya.  Al Quran juga mengajarkan agar kita berpuasa
Al Baqarah: 183

Artinya“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al-Baqarah: 183)
Pertanyaannya sekarang, mulai kapan anak diajarkan untuk ikut berpuasa ?. Anak dapat dilatih berpuasa sejak dini. Pada umumnya anak siap dilatih berpuasa pada usia 3-6 tahun, ada juga yang mengatakan 6-7 tahun. Sebagian ahli pendidikan Islam berpendapat, sebaiknya puasa anak dimulai pada usia 7 tahun, sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan orang tua agar memerintahkan anaknya melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun dan jika pada usia 10 tahun belum terbiasa shalat agar diberikan sanksi yang lebih tegas lagi, misalnya, pukulan ringan dengan niat mendidik bukan emosi ( HR. Abu Dawud).
Tidak ada aturan baku kapan anak mulai dilatih berpuasa. Tetapi kita bisa melihat masa-masa emas usia anak, sehingga anak akan mudah menerima kebiasaan yang sudah dilakukan. Anak-anak adalah masa yang penuh dengan aktifitas motorik yang sangat menguras energi. Jangan sampai kita terlalu memaksa anak untuk berpuasa padahal hal tersebut dapat membahayakan kesehatan fisiknya.
Tidak mudah bisa mengajak anak untuk ikut berpuasa. Banyak kendala yang nantinya kita hadapi. Karena usia anak yang masih kecil, keadaan lapar, dahaga serta emosi yang belum terbiasa akan mereka hadapi nantinya. Langkah-langkah yang bisa orang tua lakukan adalah memberikan pengertian kepada anak, melatihnya, dan memotivasi agar mereka mau puasa.
 Ramadhan awal yang tepat
Ramadhan ini dapat dijadikan momentum untuk pembentukan karakter relegius, spirit dan tanggung jawab. Sebagai orang tua kita dapat menggunakan beberapa cara untuk melatih anak berpuasa sejak usia dini.
Pertama yang harus orang tua lakukan adalah memberikan pengertian puasa. Apa sih puasa itu dan kenapa kita harus berpuasa ? kita sampaikan  alasan atau sebab mengapa mereka harus berpuasa, makna puasa, kapan waktu untuk melaksanakan puasa, dan apa saja  boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berpuasa dengan intonasi sederhana. Dengan pendekatan penuh kesabaran insya Allah anak akan mengerti apa yang kita sampaikan. Anak diminta mengulang dari apa yang kita sampaikan sesuai bahasa dan pemahamannya meskipun sesederhana. Hal ini untuk mengetahui sampai mana pemahaman anak dengan yang kita sampaikan dan bagaimana ekspresi serta antusiasme yang anak tunjukkan.
Kedua mengajak anak kita untuk sahur dan buka puasa bersama. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melatih anak berpuasa. Pada bulan Ramadhan, anak tidak akan merasa terlalu terbebani karena banyak orang yang ikut berpuasa bersamanya. .Latihan puasa harus diberikan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan fisik anak. Mula-mula, anak dilatih puasa hingga tengah hari, jika sudah siap barulah di anjutkan untuk puasa satu hari. Sebagai orang tua, kita harus meyakini bahwa melatih anak berpuasa sejak dini merupakan salah satu strategi pendidikan mental spiritual yang efektif bagi masa depan anak dan bangsa. Melatih anak berpuasa bukan sesuatu yang mudah namun juga tidak perlu dianggap beban yang berat.
Ketiga memberikan motivasi anak agar mau melaksanakan puasa., anak akan merasa ada perhatian khusus, sehingga anak akan terpacu untuk berpuasa, serta berikan reward jika anak mampu puasa satu bulan penuh. Jika anak tidak mampu berpuasa sebulan penuh, berikan kepada mereka hadiah penghibur yang nilainya di bawah hadiah jika berpuasa satu bulan penuh. Hal tersebut akan membuat anak senang dan terpacu untuk mencoba berpuasa penuh di ramadhan berikutnyaBerikan hadiah itu disaat menjelang lebaran tiba.

Tetapi hal ini jangan dijadikan kebiasaan. Karena dikhawatirkan anak hanya mau puasa jika diberi hadiah saja. Orang tua tetap harus memberikan pengertian bahwa puasa adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. melatih puasa sejak dini sebagai tujuan mendidik buah hati kita supaya buah hati kita mulai mengaplikasikan ajaran – ajaran agama dengan bimbingan kita sebagai orang tua. Marhaban yaa ramadhan. !

Salam
Umi Malikha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar