Cari Blog Ini

Selasa, 14 Juli 2015

BEGINI CARA BUNDA MENGENALKAN MAKANAN PERTAMA BUAT SI KECIL

Ilustrasi

Tentu menyenangkan sekali mengamati perkembangan Si kecil yang menakjubkan dari waktu ke waktu. Bagaimana dengan pola makan Si kecil ? mudah-mudahan bunda tidak mengalami kesulitan dalam memperkenalkan dan memilih makanan pertama buat si kecil. Terlebih sampai keliru dalam menentukan pilihan makan.

Si kecil mulai dikenalkan dan diberikan makanan padat pendamping asi mulai usia 6 bulan keatas. Terlambat mengenalkan makanan padat beresiko terhadap timbulnya masalah makan. bayi yang terlambat dikenalkan dengan makanan padat lebih dari 10 bulan maka akan lebih sulit untuk makan dan cenderung lebih pemilih.

Pengenalan pada usia 6 bulan membuat bayi atau anak dapat dan mau mengkonsumsi makanan keluarga lebih variatif. Pengenalan pada usia 10 bulan atau lebi anak akan mengkonsumsi lebih sedikit jenis makanan dibanding kelompok pengenalan pada usia 6 bulan. Sedangkan di usia lebih dari 15 bulan anak akan lebih sedikit yang mau makanan keluarga dibanding kelompok pengenalan pada usia 6-9 bulan (perbedaan nyata).

Pada saat memperkenalkan makanan semi padat, bayi dapat mengalami beberapa hal yang berkaitan dengan makanan baru yang dikonsumsinya, seperti gatal-gatal/ruam kulit, pilek dan diare. Hal tersebut mudah terjadi karena pada bayi usia dibawah 1 tahun memiliki sistem pencernaan maupun imunitas (kekebalan tubuh) yang belum sempurna sehingga membuatnya sensitif terhadap makanan tertentu.

Tanda-tanda si kecil telah siap menerima makanan padat pertamanya adalah : bayi mulai mengunyah tangannya atau mencoba memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, bayi sudah bisa membuka mulutnya saat makanan diarahkan kepadanya, bayi mulai tambak gelisah dan rewel karena lapar meskipun sudah minum susu, dan yang terakhir bayi memalingkan wajahnya dari payudara bunda dan lebih tertarik kepada makanan yang bunda makan.

Panduan memperkenalkan makanan padat pertama pada si kecil
a.       Perkenalan makanan padat
Perkenalkan makanan baru secara bertahap satu persatu karena sistem imun dan pencernaan si kecil belum sempurna. Hal ini yang menyebabkan ia sensitif terhadap makanan tertentu (alergi). Berilah jarak 3-5 hari untuk mengganti jenis makanan baru guna mengetahui adanya reaksi alergi terhadap makanan. Seperti alergi, yeri perut, muntah dan diare.
Mulailah memberi makanan yang rendah resiko memicu alergi, seperti : tepung beras, apel, wortel, daging ayam dll
b.      Posisi si kecil
Pastikan bahwa si kecil berada pada posisi duduk (minimal setengah duduk atau posisi kepala lebih tinggi dari perutnya), dipangkuan bunda atau ditempat duduk bayi. Jika posisi terlentang akan menyebabkan si kecil tersedak.
c.       Belajar menelan
Awalnya mugkin si kecil akan melepekan kembali makanan yang bunda suapkan, hal ini karena si kecil mempunyai reflek dorong yang lidahnya mendorong keluar semua yang masuk ke dalam mulutnya. Tetapi tidak akan berlangsung lama, karena selama si kecil antusias, teruskan untuk menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
d.      Porsi makan
Porsi dimulai dari kecil dahulu. Bunda dapat meningkatkan porsi dan frekuensi secara bertahap.
e.       Melatih ketrampilan makan
Jia si kecil sudah mulai bisa menggenggam, biarkan si kecil menggenggam sendiri sendok atau biskuitnya. Hal ini sekaligus merangsang perkembangan motorik halusnya.
f.       Pemberian susu
Asi sebaiknya tetap diberikan guna menunjang kebutuhan asupan gizi si kecil.

Prinsip dasar pemberian makanan pada si kecil

  • Terjadwal
  • Jadwal makan termasuk snack teratur dan terencana
  • Lama maksimum 30 menit, hal ini agar si kecil tidak bosan dengan kegiatan makan.
  • Diantara kegiatan makan hanya bolrh konsumsi air putih
  • Lingkungan netral
  • Tidak di paksa meskipun hanya makan 1-2 suap
  • Jangan memberikan makan sebagai hadiah
  •  Tidak sambil bermain atau nonton tv, karena hal ini akan membutuhkan waktu yang lama dan   si kecil akan bosan serta tidak fokus.
  •  Prosedur makan
  •  Porsi kecil.
  •  Jika 15 menit si kecil menolak makan, mengemut, hentikan pemberian makan.
  •  Si kecil di stimulasi untuk makan sendiri
  • Membersihkan mulut hanaya setelah selesai makan.

Semoga bermanfaat ya bunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar