![]() |
| Ilustrasi |
Tentu menyenangkan sekali mengamati perkembangan Si kecil yang menakjubkan dari waktu ke waktu. Bagaimana dengan pola makan Si kecil ? mudah-mudahan bunda tidak mengalami kesulitan dalam memperkenalkan dan memilih makanan pertama buat si kecil. Terlebih sampai keliru dalam menentukan pilihan makan.
Si
kecil mulai dikenalkan dan diberikan makanan padat pendamping asi mulai usia 6
bulan keatas. Terlambat mengenalkan makanan padat beresiko terhadap timbulnya
masalah makan. bayi yang terlambat dikenalkan dengan makanan padat lebih dari
10 bulan maka akan lebih sulit untuk makan dan cenderung lebih pemilih.
Pengenalan
pada usia 6 bulan membuat bayi atau anak dapat dan mau mengkonsumsi makanan
keluarga lebih variatif. Pengenalan pada usia 10 bulan atau lebi anak akan
mengkonsumsi lebih sedikit jenis makanan dibanding kelompok pengenalan pada
usia 6 bulan. Sedangkan di usia lebih dari 15 bulan anak akan lebih sedikit
yang mau makanan keluarga dibanding kelompok pengenalan pada usia 6-9 bulan
(perbedaan nyata).
Pada
saat memperkenalkan makanan semi padat, bayi dapat mengalami beberapa hal yang
berkaitan dengan makanan baru yang dikonsumsinya, seperti gatal-gatal/ruam
kulit, pilek dan diare. Hal tersebut mudah terjadi karena pada bayi usia
dibawah 1 tahun memiliki sistem pencernaan maupun imunitas (kekebalan tubuh)
yang belum sempurna sehingga membuatnya sensitif terhadap makanan tertentu.
Tanda-tanda
si kecil telah siap menerima makanan padat pertamanya adalah : bayi mulai
mengunyah tangannya atau mencoba memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, bayi
sudah bisa membuka mulutnya saat makanan diarahkan kepadanya, bayi mulai tambak
gelisah dan rewel karena lapar meskipun sudah minum susu, dan yang terakhir
bayi memalingkan wajahnya dari payudara bunda dan lebih tertarik kepada makanan
yang bunda makan.
Panduan memperkenalkan makanan
padat pertama pada si kecil
a. Perkenalan
makanan padat
Perkenalkan makanan
baru secara bertahap satu persatu karena sistem imun dan pencernaan si kecil
belum sempurna. Hal ini yang menyebabkan ia sensitif terhadap makanan tertentu
(alergi). Berilah jarak 3-5 hari untuk mengganti jenis makanan baru guna
mengetahui adanya reaksi alergi terhadap makanan. Seperti alergi, yeri perut,
muntah dan diare.
Mulailah memberi
makanan yang rendah resiko memicu alergi, seperti : tepung beras, apel, wortel,
daging ayam dll
b. Posisi
si kecil
Pastikan bahwa si kecil
berada pada posisi duduk (minimal setengah duduk atau posisi kepala lebih
tinggi dari perutnya), dipangkuan bunda atau ditempat duduk bayi. Jika posisi
terlentang akan menyebabkan si kecil tersedak.
c. Belajar
menelan
Awalnya mugkin si kecil
akan melepekan kembali makanan yang bunda suapkan, hal ini karena si kecil
mempunyai reflek dorong yang lidahnya mendorong keluar semua yang masuk ke
dalam mulutnya. Tetapi tidak akan berlangsung lama, karena selama si kecil
antusias, teruskan untuk menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
d. Porsi
makan
Porsi dimulai dari
kecil dahulu. Bunda dapat meningkatkan porsi dan frekuensi secara bertahap.
e. Melatih
ketrampilan makan
Jia si kecil sudah
mulai bisa menggenggam, biarkan si kecil menggenggam sendiri sendok atau
biskuitnya. Hal ini sekaligus merangsang perkembangan motorik halusnya.
f. Pemberian
susu
Asi sebaiknya tetap diberikan
guna menunjang kebutuhan asupan gizi si kecil.
Prinsip
dasar pemberian makanan pada si kecil
- Terjadwal
- Jadwal makan termasuk snack teratur dan terencana
- Lama maksimum 30 menit, hal ini agar si kecil tidak bosan dengan kegiatan makan.
- Diantara kegiatan makan hanya bolrh konsumsi air putih
- Lingkungan netral
- Tidak di paksa meskipun hanya makan 1-2 suap
- Jangan memberikan makan sebagai hadiah
- Tidak sambil bermain atau nonton tv, karena hal ini akan membutuhkan waktu yang lama dan si kecil akan bosan serta tidak fokus.
- Prosedur makan
- Porsi kecil.
- Jika 15 menit si kecil menolak makan, mengemut, hentikan pemberian makan.
- Si kecil di stimulasi untuk makan sendiri
- Membersihkan mulut hanaya setelah selesai makan.
Semoga
bermanfaat ya bunda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar