Dia menyampaikan penelitiannya tentang gender dan rasa sakit di Konverensi Asosiasi Psikologi Amerika di San Diego, California, hari ini. Menurutnya, kombinasi gen, hormon, emosi dan peran sosial juga mempengaruhi rasa sakit yang diderita seseorang.
Untuk itu, Kelly menyarankan dokter untuk membuat "management of pain" berdasar gender pasiennya. "Penelitian membuktikan anda harus merawat perempuan berbeda dengan laki-laki," katanya.
Kelly membenarkan pandangan umum yang menyatakan perempuan dan laki-laki berbeda dalam menyikapi rasa sakit. Berbagai penyakit kronis, seperti migrain, empat kali lebih sering menyerang perempuan. "Perempuan kurang bisa mentolerir rasa sakit dan sakitnya bertahan lebih lama," ujarnya.
Menurut Beverly Thorn, psikolog dari Universitas Alabama, hormon mendukung perbedaan penerimaan rasa sakit itu. Sehingga beberapa penyakit memburuk pada pekan tertentu setiap bulan.
Mengenai obat, perempuan menderita lebih banyak efek samping ketimbang laki-laki. "Dari penelitian hewan, kami dapatkan obat penghilang sakit bekerja lebih baik pada jantan ketimbang betina," katannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar