Perekam suara bisa membantu mendeteksi autisme. Menurut penelitian University of Memphis, alat yang biasa digunakan juru warta itu bisa medeteksi awal kemampuan bicara anak. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam edisi online 19-23 Juli Proceedings of the National Academy of Sciences.
Menurut pemimpin penelitian Dr D. Kimbrough Oller, seorang profesor di University of Memphis, perekam suara bisa digunakan mendeteksi perbedaan dalam vokalisasi dan membantu peneliti mengidentifikasi anak-anak yang autis dengan gejala keterlambatan wicara. "Aplikasi ini otomatis memungkinkan untuk memantau perkembangan dengan cara yang benar-benar objektif," kata dia seperti dikutip dari laman healthday.
Untuk penelitian ini, Oller dan timnya melekat recorder di saku dada pakaian anak-anak. Mereka menganalisis hampir 1.500 rekaman soundtrack dari 232 anak, berusia 10 bulan sampai 4 tahun. Perangkat mencatat anak-anak di lingkungan alami mereka sepanjang hari.
Kemudian, suara yang terekam dipisahkan antara suara yang dibuat oleh anak-anak dan oleh lingkungan. Suara dan ucapan-ucapan digolongkan dan dinilai, dengan menggunakan pedoman yang ditetapkan pengembangan teori vokal.
Para peneliti menemukan perbedaan yang konsisten antara anak-anak biasanya berkembang normal dan mereka yang sebelumnya didiagnosis dengan autisme atau mereka dengan keterlambatan wicara.
"Perbedaan terbesar tampaknya sejauh mana anak-anak bisa membentuk suku kata dengan baik," kata Oller.
Menurut Geraldine Dawson, chief science officer for Autism Speaks penelitian ini menjanjikan. Pihaknya masih pada tahap awal untuk melihat hal ini sebagai salah satu cara potensial untuk memantau keterlambatan bahasa pada anak yang autis. “Salah satu plus perangkat rekaman, katanya, adalah bahwa hal itu dapat digunakan di rumah,” kata Dawson.
Tapi penemuan ini tidak bisa mengidentifikasi semua anak yang terkena autisme."Tidak semua anak-anak autisme memiliki keterlambatan bahasa. Sebagian besar anak autis melakukan menunjukkan keterlambatan bicara," katanya. Dawson mengatakan, yang tak termasuk bisa diidentifikasi adalah anak-anak dengan autisme klasik dan gangguan pertumbuhan yang lebih ringan.
Menurut US Centers for Disease Control and Prevention satu dari 110 anak-anak Amerika Serikat terkena autisme. Spektrum autisme mencakup berbagai gangguan perkembangan yang melibatkan komunikasi, sosial dan perilaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar